Budidaya Matoa

Panduan Lengkap Budidaya Matoa – Cara Menanam, Merawat, dan Panen Maksimal

Posted on

Hasiltani.id – Panduan Lengkap Budidaya Matoa – Cara Menanam, Merawat, dan Panen Maksimal. Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Indonesia yang berasal dari Papua dan memiliki potensi ekonomi tinggi. Dengan rasa manis yang unik dan aroma khas yang menyerupai durian, buah ini semakin diminati di pasar lokal maupun internasional. Oleh karena itu, budidaya matoa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para petani dan pelaku agribisnis.

Tanaman matoa dapat tumbuh di berbagai kondisi, baik di dataran rendah maupun tinggi, asalkan berada di daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup. Selain itu, metode budidayanya relatif mudah, baik melalui pembibitan biji maupun pencangkokan. Dengan perawatan yang tepat, pohon matoa mulai berbuah dalam 4–5 tahun dan bisa dipanen hingga dua kali dalam setahun.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cara budidaya matoa, mulai dari pemilihan bibit, teknik penanaman, perawatan, hingga panen, agar hasil yang diperoleh maksimal dan berkualitas tinggi.

Mengenal Buah Matoa

Sebelum membahas budidaya matoa, mari mengenal buah matoa.

Buah matoa berasal dari Indonesia Timur, terutama Papua. Namun, buah ini sebenarnya bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Di Sumatra Utara, matoa dikenal sebagai pakam, di Minangkabau disebut langsek anggang, sementara di Jawa Barat namanya leungsir. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai kayu sapi.

Pohon matoa bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, asalkan berada di daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi. Pohon ini memiliki akar tunggang dan bisa mencapai ketinggian 20 hingga 40 meter, dengan diameter batang maksimal sekitar 90 hingga 100 cm.

Baca Juga :  Inilah Keuntungan Ternak Lele 1000 Ekor, Fantastis!

Matoa berbunga sekali dalam setahun, biasanya antara Juli hingga Oktober. Setelah berbunga, buahnya membutuhkan waktu sekitar empat bulan hingga matang dan siap dipanen. Buahnya manis dan memiliki tekstur yang unik, menjadikannya salah satu buah khas Indonesia yang menarik untuk dicoba.

Jenis-Jenis Matoa

Pada pembahasan budidaya matoa, Hasiltani membahas jenis-jenis matoa.

Di Papua, terdapat dua jenis matoa, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda. Berikut perbedaannya menurut buku Tumbuhan Langka di Indonesia karya Ruyani:

1. Matoa Kelapa

Matoa kelapa memiliki daging buah yang kenyal, mirip dengan rambutan Aceh. Ukuran buahnya cukup besar, dengan diameter sekitar 2,2 cm hingga 2,9 cm, sementara bijinya berdiameter sekitar 1,25 cm hingga 1,40 cm.

2. Matoa Papeda

Berbeda dengan matoa kelapa, matoa papeda memiliki daging buah yang lebih lembek dan sedikit lengket. Buahnya berukuran lebih kecil, dengan diameter sekitar 1,4 cm hingga 2,0 cm. Salah satu keunggulan matoa papeda adalah kemampuannya beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi, baik di daerah panas maupun dingin.

Budidaya Matoa

Matoa, buah yang memiliki rasa dan aroma khas mirip durian, bisa dibudidayakan secara komersial dengan langkah-langkah berikut:

1. Pembibitan

Bibit matoa diperoleh dari biji buah yang berkualitas baik. Cara memilih biji yang bagus adalah dengan merendamnya dalam air—biji yang tenggelam menandakan kualitas yang baik. Setelah itu, biji dijemur agar tidak membusuk sebelum ditanam.

2. Media Tanam

Biji matoa ditanam dalam polybag berisi tanah humus dan pupuk alami (kandang atau kompos). Polybag harus diletakkan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Penyiraman dilakukan setiap hari.

Saat tunas mulai tumbuh, bibit dipindahkan ke polybag lain yang juga berisi tanah dan pupuk alami. Proses ini diulang hingga bibit berusia sekitar 5 bulan, kemudian dapat dipindahkan ke lahan tanam yang lebih luas.

Baca Juga :  Manfaat Buah Matoa untuk Kesehatan - Nutrisi dan Keunggulannya

3. Pencangkokan

Selain dari biji, matoa juga bisa diperbanyak dengan cara cangkok. Keunggulan metode ini adalah pohon hasil cangkok bisa mulai berbuah dalam waktu sekitar 4 tahun.

Cara mencangkok matoa:

  • Pilih pohon matoa yang menghasilkan buah manis dan banyak.
  • Buat sayatan melingkar pada dahan untuk menghilangkan kambium.
  • Bungkus bagian yang disayat dengan tanah atau sabut kelapa.
  • Setelah akar tumbuh, pindahkan cangkokan ke polybag.
  • Setelah cukup kuat, tanaman bisa dipindahkan ke lahan tanah.

4. Perawatan

Agar pohon matoa tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen optimal, perawatan rutin sangat diperlukan, seperti:

  • Penyiraman setiap hari.
  • Pemberian pupuk setiap dua bulan sekali.
  • Pembersihan gulma dan rumput di sekitar tanaman.
  • Pemangkasan cabang agar pertumbuhan pohon lebih optimal.

5. Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang matoa antara lain lalat daun, kelelawar, dan tawon. Cara mengatasinya adalah dengan membungkus buah menjelang panen serta melakukan penyemprotan insektisida jika diperlukan.

Matoa juga rentan mengalami kerontokan bunga dan buah akibat kurangnya nutrisi. Oleh karena itu, penyiraman dan pemupukan secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman.

6. Panen

Pohon matoa mulai berbuah saat berusia 4–5 tahun setelah tanam. Panen dilakukan dengan memotong pangkal bonggol buah menggunakan gunting besi. Dalam satu tahun, pohon matoa bisa dipanen 1–2 kali, dengan hasil lebih dari 5 kg per pohon.

Dengan teknik budidaya yang tepat, matoa dapat menjadi tanaman bernilai ekonomi tinggi dan memberikan hasil yang menguntungkan bagi petani.

Baca Juga: Manfaat Buah Matoa untuk Kesehatan – Nutrisi dan Keunggulannya

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang budidaya matoa.

Budidaya matoa merupakan peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi daerah dengan iklim tropis dan curah hujan tinggi. Dengan metode penanaman yang tepat, baik melalui pembibitan biji maupun pencangkokan, pohon matoa dapat tumbuh subur dan mulai berbuah dalam 4–5 tahun.

Baca Juga :  Cara Sukses Budidaya Jamur Kuping - Langkah demi Langkah

Agar hasil panen maksimal, diperlukan perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit. Selain itu, pembungkusan buah menjelang panen juga penting untuk menjaga kualitasnya.

Dengan meningkatnya permintaan pasar, budidaya matoa bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Oleh karena itu, dengan perencanaan yang matang dan teknik budidaya yang baik, matoa dapat menjadi komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

Terimakasih telah membaca artikel budidaya matoa ini, semoga informasi mengenai budidaya matoa ini bermanfaat untuk Sobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *