October 5, 2022
Google dan Facebook Dituduh Manipulasi Iklan Online, Diduga Rugikan Pengguna

Beberapa negara bagian di AS telah mengajukan gugatan terhadap CEO Google Sundar Pichai dan CEO Facebook Meta Mark Zuckerberg karena diduga memanipulasi iklan online.

Mengutip sumber terkait, mis ujc.co.id, kedua pria itu bersama-sama menyetujui persyaratan perjanjian yang diduga merupakan bagian dari upaya Google untuk melawan tawaran header untuk menghasilkan lebih banyak uang dari iklan yang ditempatkan di halaman mereka.

Gugatan itu berbunyi: “Mengikuti perjanjian, Facebook membatasi partisipasinya dalam penawaran header dengan imbalan Google menyediakan Facebook dengan informasi, kecepatan, dan manfaat lainnya.”

Dikutip Republic World di Jakarta melalui Warta Ekonomi, Rabu (19/1/22), dalam gugatan tersebut, Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, menyinggung isu strategis utama dalam utas email 2018 tentang kesepakatan yang melibatkan CEO Facebook.

Google dan Facebook Dituduh Manipulasi Iklan Online, Diduga Rugikan Pengguna

Hal ini dikarenakan kedua raksasa tersebut menyepakati syarat-syarat perjanjian, tim mengirimkan email yang ditujukan langsung kepada Zuckerberg. 

Keluhan mengatakan perusahaan media sosial siap untuk menandatangani dan hanya membutuhkan persetujuan Zuckerberg.

Setelah gugatan itu, Facebook, yang sekarang bernama Meta, mengklarifikasi bahwa perjanjian itu tidak eksklusif untuk Google.

 “Hubungan kerja ini memungkinkan Meta untuk memberikan nilai lebih kepada pengiklan sambil memberikan kompensasi yang adil kepada penerbit, menghasilkan hasil yang lebih baik untuk semua orang,” kata juru bicara Meta, Chris Sgro.

Sementara itu, Google menjawab bahwa gugatan tersebut tidak memiliki dasar hukum. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Google Peter Schutenfeld mengatakan tuduhan gugatan bahwa Pichai menyetujui kesepakatan dengan Facebook tidak akurat.