Morfologi Pohon Ketapang

Morfologi Pohon Ketapang – Ciri, Struktur, dan Manfaatnya

Posted on

Hasiltani.id – Morfologi Pohon Ketapang – Ciri, Struktur, dan Manfaatnya. Morfologi Pohon Ketapang merupakan salah satu aspek menarik untuk dipelajari, terutama karena pohon ini memiliki ciri khas yang unik. Ketapang (Terminalia catappa) adalah tanaman berkayu yang tumbuh dengan tajuk bertingkat menyerupai pagoda, membuatnya sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh. Selain itu, pohon ini mudah beradaptasi di berbagai lingkungan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

Secara morfologi, pohon ketapang memiliki akar tunggang yang kuat, batang berkayu yang dapat tumbuh hingga puluhan meter, serta daun berbentuk jantung yang lebar dan rimbun. Pohon ini juga menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau krem serta buah yang menyerupai almond, yang sering disebut sebagai tropical almond. Dengan karakteristik tersebut, ketapang tidak hanya berfungsi sebagai tanaman penghijauan, tetapi juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomis.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai morfologi pohon ketapang, mulai dari akar, batang, daun, bunga, hingga buah dan bijinya.

Apa Itu Pohon Ketapang?

Sebelum membahas morfologi pohon ketapang, Hasiltani membahas apa itu pohon ketapang.

Pohon ketapang, atau Terminalia catappa, adalah tanaman yang umum ditemukan di berbagai tempat, tetapi aslinya merupakan tanaman khas daerah pesisir. Ciri khasnya adalah tajuk yang melebar dan berlapis, memberikan keteduhan yang cukup luas.

Ketapang termasuk tanaman yang sangat mudah tumbuh dan dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Meskipun sering dianggap merepotkan karena daunnya yang berguguran dalam jumlah banyak—setidaknya dua kali dalam setahun—pohon ini sebenarnya memiliki banyak manfaat.

Baca Juga :  Manfaat Getah Jadam - Memanfaatkan Keajaiban Alam

Di Indonesia, pohon ketapang dikenal dengan berbagai nama daerah. Misalnya, di Sulawesi Utara disebut Talisei, di Maluku Utara dikenal sebagai Tiliho, dan di Papua Barat disebut Kalis.

Jenis Pohon Ketapang

Pada pembahasan morfologi pohon ketapang, pohon ketapang memiliki berbagai jenis yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera. Beberapa di antaranya adalah:

1. Ketapang Sentani

Jenis ini dikenal dengan daunnya yang lembut dan sulit dibedakan dari jenis lainnya. Biasanya digunakan sebagai tanaman hias untuk mempercantik taman, bukan sebagai pohon peneduh.

2. Ketapang Laut (Beach Almond Tree)

Ketapang laut sangat cocok ditanam di daerah pesisir karena memiliki tajuk yang rimbun dan bertingkat, memberikan banyak keteduhan. Pohon ini bisa tumbuh dengan cepat, mencapai tinggi antara 1 hingga 5 meter dalam 2–3 tahun. Ukurannya bervariasi, mulai dari 50–60 cm saat masih muda, dengan usia terbaik untuk pertumbuhan optimal sekitar 8–10 bulan.

3. Ketapang Biola

Jenis ini terkenal mudah dikontrol dan dipangkas, sehingga sering dijadikan tanaman hias berukuran kecil. Ciri khasnya adalah daun lebar yang menghadap ke atas, menyerupai bentuk mangkuk.

4. Ketapang Mini

Ketapang mini cocok dijadikan tanaman hias atau pohon peneduh dalam skala kecil. Bentuknya melebar dan bertingkat, menyerupai pohon ketapang pada umumnya tetapi dengan ukuran daun yang lebih kecil. Karena ukurannya yang compact, tanaman ini sangat ideal untuk rumah dengan lahan terbatas tanpa membuat area terasa sempit.

5. Ketapang Kencana Lhokseumawe

Sesuai namanya, jenis ketapang ini berasal dari Lhokseumawe, Aceh. Secara tampilan, pohon ini mirip dengan Ketapang Sentani, sehingga sulit dibedakan. Namun, ketapang ini lebih sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuknya yang menarik.

Baca Juga :  Mengenal Manfaat Kayu Liwung

Morfologi Pohon Ketapang

Pohon ketapang adalah tanaman berkayu dengan banyak cabang dan daun yang rimbun, sehingga sering dijadikan sebagai pohon peneduh. Ciri khasnya adalah tajuk yang tumbuh bertingkat menyerupai pagoda, dengan cabang yang tumbuh mendatar.

1. Akar

Ketapang termasuk dalam kelompok tumbuhan dikotil (berkeping dua), sehingga memiliki sistem akar tunggang. Akar utama berbentuk kerucut dan tumbuh lurus ke bawah, dengan banyak cabang akar yang menyebar ke samping untuk menopang pohon.

2. Batang

Pohon ketapang bisa tumbuh hingga setinggi 35 meter. Batangnya berkayu dan memiliki tekstur kasar dengan alur memanjang di permukaan kulitnya.

Batang pohon ini berbentuk bulat dan tumbuh tegak lurus, tetapi sering kali sulit dibedakan dari cabangnya. Ini karena percabangan simpodial, di mana pertumbuhan batang utama cenderung berhenti lebih awal, sedangkan cabangnya terus tumbuh dan bisa lebih besar dari batang utama. Cabang-cabangnya tumbuh mendatar dan membentuk sudut siku-siku dengan batang.

3. Daun

Daun ketapang termasuk daun tidak lengkap, karena hanya memiliki dua bagian utama: tangkai daun dan helai daun (tanpa pelepah daun).

  • Tangkai daun berbentuk silinder dengan pangkal melebar.
  • Helai daun berbentuk seperti jantung atau telur terbalik, dengan permukaan atas licin dan bagian bawahnya berbulu halus.
  • Pertulangan daun menyirip, dengan satu tulang daun utama di tengah dan cabang-cabang kecil yang menyebar ke tepi daun.

Daun ketapang terasa lunak dan tipis, tetapi cukup kuat untuk bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan.

4. Bunga

Bunga ketapang berukuran kecil, sekitar 4–8 mm, berbentuk seperti lonceng, dan berwarna putih, krem, atau kuning.

Ciri khas bunga ketapang adalah tidak memiliki mahkota, hanya kelopak berjumlah 5 helai. Bunga ini tumbuh dalam kelompok di ujung ranting dengan panjang antara 8 hingga 25 cm.

5. Buah

Buah ketapang memiliki bentuk menyerupai almond, itulah sebabnya pohon ini sering disebut “tropical almond”.

Baca Juga :  Manfaat Biji Ketapang dan Daun Ketapang

  • Ukuran buah sekitar 4–5,5 cm.
  • Saat muda, buahnya berwarna hijau, lalu berubah menjadi merah kecokelatan saat matang.
  • Kulit buahnya licin, dengan biji di dalamnya yang terlindungi oleh lapisan keras.

6. Biji

Di dalam buah ketapang terdapat biji yang terbungkus serat. Biji ini terdiri dari dua bagian utama:

  • Kulit biji, yang terdiri dari lapisan luar (testa) yang keras seperti kayu, serta lapisan dalam (tegmen) yang lebih halus.
  • Tali pusar, yang menghubungkan biji dengan bagian dalam buah. Saat biji matang, ia akan lepas dari tali pusar, tetapi bekasnya masih terlihat di bagian atas biji.

Baca Juga: Manfaat Biji Ketapang dan Daun Ketapang

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang morfologi pohon ketapang.

Dari pembahasan mengenai Morfologi Pohon Ketapang, dapat disimpulkan bahwa pohon ini memiliki struktur yang unik dan bermanfaat. Dengan tajuk bertingkat, batang berkayu, serta akar tunggang yang kuat, ketapang mampu tumbuh subur di berbagai lingkungan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Daunnya yang rimbun menjadikannya pohon peneduh yang ideal, sementara bunganya yang kecil dan buahnya yang menyerupai almond memberikan nilai ekologis dan ekonomis.

Keunikan morfologi pohon ketapang tidak hanya membuatnya menarik untuk diteliti, tetapi juga menjadikannya tanaman yang memiliki banyak manfaat, baik untuk penghijauan, peneduh, maupun sebagai sumber pakan alami bagi satwa liar. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang struktur dan karakteristiknya, kita dapat lebih menghargai keberadaan pohon ketapang dalam ekosistem.

Terimakasih telah membaca artikel morfologi pohon ketapang ini, semoga informasi mengenai morfologi pohon ketapang ini bermanfaat untuk Sobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *